Jumat, 12 Desember 2014

NAUGHTY KISS (Nicolas Flamel) N&N



NAUGHTY KISS
(Nicolas Flamel)
N&N

By : Nico & Nana
  
Kisah ini berawal saat aku naik kelas XII, nama ku Nana aku siswa kelas XII IPS, awalnya aku tidak pernah mengenal dia, dia adalah seeorang yang ku kenal lewat pertemuan kami di saat Mid Semester di sekolah namanya Nico, dia baik tapi sebelum ku mengenalnya aku pernah melihatnya saat itu letak kelasnya di bawah gedung kelas ku, dan saat itu ada temannya yang melempar batu kerikil ke atas karena iseng dan yang ku lihat adalah Nico aku tidak sengaja berkata “ heh siapa sih yang lempar ni batu ke atas iseng banget” tapi dia hanya melihat.
Itu pertama aku melihatnya tapi aku belum mengenalnya sama sekali begitupun dengannya, kami di pertemukan disaat aku kelas XII dan dia kelas XI tepatnya saat itu MID pertama aku hanya diam dan hanya mengerjakan soal MID semesterku, pada saat aku melihatnya mengerjakan soal kimia, dan aku tertarik melihat soalnya walaupun aku adalah siswa IPS tapi aku juga suka dengan pelajarann IPA.
Keesokan harinya tepatnya hari kedua MID aku dapat beradaptasi dengan Nico entah bagaimana caranya tapi dia sedikit misterius dan aku bukan orang yang mudah dekat seorang laki-laki.
“hey punya penggaris gak?” tanya Nico
“(aku hanya diam dan langsung memberinya penggaris)”
“eh wiih ada namanya Nana, hahaha (ejeknya sambil tertawa)”
“lha emangnya kenapa kalo Nana, emang dari dulu nama ku Nana” ujar ku
Dan pada saat itu kami mulai akrab, pada saat tes kami selalu bercanda dan anehnya kenapa setiap kali ku di dekatnya aku selalu cegukan, “eh cegukan kii” (katanya sambil menirukan cegukanku)
“lha mang kenapa?
“gak papa ii :p”
“iih orang aneh”
“ajari soal ini dong!!”
Lalu aku melihat matanya yang berwarna coklat tapi pada saat itu aku tidak merasakan apapun di hati ku, dan aku melihat soalnya dan mulai mengerjakannya.
“emt, udah ni”
“wiih cepet banget, Na kamu kan dah selesai kamu gak keluar?, atau jangan-jangan kamu nunggu ku ya??” kata Nico sambil bercanda
“iih GR banget kamu, udah kenapa?”
Selang waktu berjalan demikian lambat dengan penuh canda tawa dari ku dan Nico, aku ingat hari itu saat tes semester hari empat.
Saat itu kami mengerjakan soal tes dengan serius Nico mengerjakan soal dan di saat dia sudah selesai dia keluar aku pun menyusul keluar, pada waktu itu aku pergi ke kantin belakang kelas kami dia Nico berada di kantin itu sambil duduk dan aku ingin membeli permen coklat aku melihatnya dan kami bercanda “hey?” “apa?” “ belikan aqua mau gak?” “ambil aja” suruh ku.
Lalu dia mengambil segelas aqua dan aku ingin memberi permen coklat yang aku beli tapi saat itu dia tidak mau coklat dia cuma mau aqua.
Di saat itu pula dia berkata meminta nomor Hp ku dan karena aku tidak hafal nomor hp ku jadi aku meminjam hp temanku untuk melihatnomor hp ku dan memberikannya kepada Nico.
Di hari itu pula dia memberikan sms nomor hpnya juga ke aku, setelah aku pulang aku melihat sms yang dia kirim, menurutku dia adalah cowok yang sedikit modus terhadap cewek tapi itu sebelum aku tahu bahwa dia suka dengan ku.
Tes hari ke-4 kami seperti biasa tapi dia seperti agak malu karena terus menggombal kepadaku,
“hey?, tumben diem aja kenapa?” tanya ku padanya
“gakpapa” jawabnya singkat.
Hati ku berkata ‘sepertinya dia malu hahaha’. Setelah tes hari ke-6 kami semakin akrab dia memakai jam tangan yang biasa aku pakai saat itu,
Kami bertemu di depan saat pulang bedanya dia nebeng dengan temannya dan aku menunggu bus datang di saat itu dia menatapku dan tersenyum dia juga memeluk temannya dan sepertinya pelukan itu di tunjukan kepadaku.
Hari terakhir saat tes aku sendiri tapi saat malam hari aku melihat facebooknya ada foto seorang wanita saat itu pula hati ku merasa sedih dan galau melihat foto itu, pada waktu itu pula aku mengsms Nico dengan kata-kata yang menunjukan bahwa aku kecewa padanya.
Setelah beberapa sms kami akhirnya aku tahu bahwa Nico suka kepadaku begitu pula aku juga suka dengannya. Di hari minggu kami seperti orang yang sedang kasmaran di memenggilku dengan kata sayang dan dia ingin bertemu dengan ku karena malam senin dia sudah akan berangkat ke Bali untuk piknik, tapi aku menolak karena aku harus belajar untuk tes hari terakhir.
Di sekolah aku mengerjakan tes dan duduk sendiri tanpa Nico yang selalu mengganggu ku, memang terasa sepi saat tak ada dia yang selalu membuat tertawa, aku hanya bisa smsan dengannya.
Nico pulang hari jum’at tepat di saat aku sedang praktek menjahit di sekolah, ku kira dia akan pulang dari Bali saat sore hari ternyata saat itu pula dia pulang, di hari dia pulang itu dia mengajakku untuk main aku pikir aku akan di ajak ke tempat yang ramai tapi ternyata aku di ajak ke sebuah warnet, di warnet itu pula kami bercanda seperti biasa dan melepas rindu antara aku dan Nico,
Saat kami bercanda dia melihatku dengan tatapan aneh aku kira dia kenapa gitu dan saat itu dia mendekat dan dia mencium ku.

THE END
(KISAH NYATA)

Senin, 09 Juni 2014

Love Friendship


By : Triana Prihastuti
Kisah di awali saat aku duduk di Sekolah Menengah atas, tepatnya di kelas X. 
Saat itu aku disana tidak mengenal siapapun kecuali teman satu Sekolah menengah pertama. Aku berkenalan dengan dia tanpa sengaja saat itu aku begitu diam karena aku belum terbiasa dengan lingkungan baru sebelum aku bisa menyesuaikan diriku.
Saat itu aku terus memperhatikan sosok laki-laki yang tinggi, dia manis, tapi hitam dia juga baik tapi aku belum berani untuk berkenalan dengan dia. 
Disaat aku ingin mencoba untuk berkenalan ternyata ada seorang laki-laki, dia teman dari Rian namanya putra, ku kira putra memberi perhatian lebih karena menganggapku sebagai teman baru dan ingin mencoba berkenalan, tapi semakin lama dia mendekatiku, aku baru tahu ternyata putra memendam sedikit perasaaan kepadaku. 
Setelah sekian lama aku dan putra berkenalan, kami mencoba untuk menjadi sahabat.
Tapi di hari sabtu itu putra membawa sepeda dan akupun baru diantar oleh kakakku untuk renang tepatnya di pagi hari sekitar pukul 06.00 pagi aku sampai di tempat renang tersebut, setelah beberapa menit aku disana dengan salah seorang temanku Putra datang
“ hai, nanti kamu pulangnya ke sekolah ikut aku ya??” tanya Putra kepadaku
“ baik, kebetulan juga aku bawa helm”
Setelah beberapa menit kemudian Rian datang bersama temanya dan mereka bertemu kami disana, saat itu hati berdegup kencang tapi wajahku kelihatan biasa dan tidak merasa aneh saat bertemu Rian. Pukul 07.00 pagi kami masuk kedalam untuk bergegas berenang, tentu aku bersama teman-temanku, dan Rian tetap bersama Putra. 
Semua sudah selesai berenang dan kami kembali untuk ke sekolah, 
“ Na kamu dah ngerjain tugas belum???” tanya rian kepadaku, tentu aku meresponya dengan baik, “ sudah, kenapa ian ??”
“tidak apa-apa, cuma tanya
“ouw” 
“kamu kok diam banget kenapa?? Takut tak gigit ya :)”
Saat itu aku dan dia bercanda, hatiku berkata “ ternyata Rian orangnya asik juga”. Dan mulai saat itu kami menjadi dekat.
Setelah beberapa bulan, tiba-tiba Putra menghampiri aku di depan kelas saat semuanya sudah pulang dan hanya tinggal Aku, Rian, dan Putra, di saat itu juga Putra mengungkapkan perasaannya kepada ku, dan aku menerimanya di depan Rian walaupun itu beban tapi perasaanku kapada Putra sama.
Aku dan Putra menjalin hubungan selama 4,5 bulan. Kami putus di bulan Juni aku tidak tahu kenapa Putra memutuskan aku dengan tiba-tiba, setelah 2/3 minggu aku baru tahu kalau Putra memutuskanku karena dia ingin kembali dengan mantanya, di saat aku mencintai Putra dengan sepenuh hati, dia rela meninggalkan ku karana cintanya kepada mantanya. Disaat aku terpuruk dengan keadaan hatiku yang hancur karena Putra, Rian datang dan memberikanku semangat untuk bangkit dan melanjutkan cita-cita yang pernah ku inginkan.
Setelah 1 bulan aku agak sedikit melupakan Putra, aku menentukan jurusan apa yang akanku ambil, dan aku mengambil jurusan IPS, Rian IPA, dan ternyata aku satu kelas dengan Putra, walaupun tersiksa tapi perlahan-lahan aku bisa melupakan Putra.
Dan di kelas 11 ini aku mencoba dekat dengan Rian, kami sering berjalan bersama, tapi mungkin aku untuk sekarang hanya menganggapnya sebagai kakak, sahabat dan keluargaku, karena aku masih sedikit trauma dengan perlakuan yang pernah di berikan Putra dulu kepadaku.
Aku dan Rian sering bertemu di sekolah, dan pernah di suatu saat sahabat Rian dan aku berulang tahun, tapi sesudah aku dan Rian berulang tahun tepatnya di bulan Mei, aku, Rian dan Rido berulang tahun yaitu pada bulan yang sama, bulan Mei 
Aku dan Rian bersepakat untuk memberikanya sebuah hadiah kecil dan bisa di gunakannya selalu, kami berdua berjalan sehabis pulang dari sekolah menuju toko aksesoris untuk membeli hadiah itu, kebetulan Rido mengontrak sebuah kost di dekat sebuah masjid di dekat sekolah dan Rian ketempat Rido untuk memberinya kejutan, disaat itu aku tidak berani ikut karena aku malu disana hanya ada anak laki-laki, aku hanya menunggu Rian di sebuah gang kecil dekat kost Rido. Setelah Rian kembali aku dan Rian pulang.
Dan di hari itu aku merasa bahagia karena aku bisa dekat dengan Rian walaupun hanya sebatas sahabat. Kami akan menjadi sahabat sampai akhir hidup kami dan sampai ajal menjemput kami. Karena itu adalah janji kami berdua
:) :’( :D :* :3 <3
<3 NACA <3